Postingan

Perasaan Kedua

 November yg lembab. Matahari pukul 10.00 yang terik berbohong bahwa akan bersinar terus sampai senja.  Terjemahanku tentang cuaca hari ini benar saat pukul 11.30 hujan deras mengguyur sekolah ini. Tepat setelah bel istirahat kedua berbunyi, hujan yang dikhawatirkan akan turun waktu pulang sekolah sudah membiarkan dirinya jatuh sekarang.  Aku masih harus ke ruang Osis untuk membereskan berkas tadi pagi sebelum pergi ke kantin. Beberapa siswa  berjalan cukup hati-hati menyebrang menuju kantin dibelakang gedung C barat. Perjalananku menuju kantin dipenuhi kekhawatiran tentang bagaimana Ellie akan bertahan hari ini dengan luka itu. Sungguh kebetulan, langkahku terhenti saat kulihat Ellie ada di gedung seberang ku sedang melihat hujan.  Dia berdiri sendirian, gedung sekolah berleter U ini kami sama-sama di ujung barat dan timurnya. Aku melihatnya khawatir, luka di perutnya minggu kemarin yg tertutup baju itu benar-benar tersembunyi dengan baik. Aku memutuskan berjal...